Sejarah Obat Herbal

Sejarah Obat Herbal Cina

tmp_11901-20151110140508-195643296

Siapa yang tidak kenal obat-obatan cina?  Obat herbal Cina telah mendunia turun temurun.
Cina merupakan sumber dari obatherbal terbesar di dunia. Pengetahuan tentang herbal dan bagaimana pertama kali herbal dikenal di Cina sudah ada di sejarah tertulis dan menyebar dari mulut ke mulut masyarakat Cina. Kembali pada abad 11 sebelum masehi, dimana Cina masih terbagi atas beberapa dinasti, ditemukan sebuah dokumen dari buku di zaman dinasti Zhou yang menyebutkan adanya proses untuk mendinginkan tubuh seseorang yang hangat dan sebaliknya. Serta catatan tentang penambahan 5 rasa pada obat.

Dijelaskan dalam eastday.com, tanda-tanda ini juga ditemukan pada zaman dinasti Tang di tahun 618 masehi sampai 907 masehi. Sebuah buku berisi 850 jenis herbal lengkap dengan gambar menjadi bukti bahwa herbal sudah dikenal baik oleh peradaban zaman itu.
Dilanjutkan oleh seorang tabib pada zaman dinasti Ming yang mengumpulkan semua sumber dan membuat sebuah buku berisikan 1.892 tipe herbal dan jamu dan dianggap sebagai buku terlengkap dan terbesar dalam sejarah dokumentasi obat herbal.

Mungkin dunia harus berterima kasih kepada Cina atas sumbanganterhadap obat herbalnya. Karena sampai zaman yang telah berkembang seperti sekarang, telah tercatat ada 5.767 jenis obat di kamus besar obat herbal.

Sejarah Perkembangan Obat Herbal IndonesiaSejak ribuan tahun lalu pengobatan tradisional asli Indonesia telah ada dan dengan masuknya pengaruh Hindu , Budha , dari India , China , Kristen dari negara barat Spanyol, Portugis dan Islam yang masuk melalui pedagang dari Gujarat dan Turki semakin memperkaya budaya pengobatan tradisional Indonesia.

Bukti sejarah dapat ditemukan melalui peninggalan berupa prasasti , relief candi , alat-alat pembuat jamu , naskah kesusasteraan (karya tulis) , dan lain sebagainya.

1. Bukti sejarah ini ditunjukkan dengan penemuan prasasti tujuhYupa pada abad 5 M di Kalimantan Timur, yang bertuliskan huruf Palawa menggunakan bahasa Sanskerta. Diduga masyarakat Indonesia sudah mengenal ilmu meracik dan minum minuman jamu.

2. Bukti lain sejarah tertua dalam pemanfaatan ramuan tumbuhan obat dapat disaksikan ukir-ukiran relief pada Candi Borobudur yang dibangun pada tahun 772 M, Prambanan, Penataran, Sukuh dan Tegalwangi. Diperlihatkan pada relief candi Borobudur berbagai jenis tanaman obat endemik yangsudah dipakai masyarakat sekitar candi pada saat itu, beserta peracikan, minum jamu, perawatan kesehatan tubuh luar dan dalam .

3. Kitab yang berisi tentang tata cara pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional

4. Pada tahun 991-1016 M, perumusan obat dan ekstraksi dari tanaman ditulis pada daun kelapa atau lontar, misalnya sepertiLontar Usadadi Bali, danLontar Pabburadi Sulawesi Selatan. Beberapa dokumen tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

5. Pada masa kerajaan-kerajaan diIndonesia, pengetahuan mengenaiformulasi obat dari bahan alami juga telah dibukukan, misalnya Bab kawruh jampi Jawioleh keraton Surakarta yang dipublikasikan pada tahun 1858 dan terdiri dari 1734 formulasi herbalSeiring dengan perkembangan jaman, maka bentuk pembuatan jamu sudah dikemas secara modern.
Era ini dimulai pada awal abad 20 dengan munculnya pabrik Jamu di bumi Nusantara seperti ”Jamu Iboe” tahun 1910 di Surabaya, ”Jamoe cap Djago” tahun 1918 di Semarang dan seterusnya hingga sekarang tercatat di BPOM ada 1024 lebih perusahaan dengan berbagai skalayang memproduksi lebih dari 10.000 macam produk, mulai darigodogan, serbuk, pil sampai kapsul yang digunakan untuk perawatan tubuh, pemeliharaan kesehatan, meningkatkan kebugaran, maupun pengobatan penyakit, mulai dari produk yang dipasarkan di sekitar lingkungan rumah sampai di eksport ke manca negara. Saat ini, diperkirakan ada 80% penduduk Indonesia yang pernah menggunakan produk olahan dari herbal berupa jamu .Berdasarkan bukti-bukti sejarah di atas maka Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan Republik Indonesia melalui UU Nomor 23 tahun 1992 yang disempurnakan dengan UU Nomor 36 Tahun 2008tentang Kesehatan memberikan penjelasan bagaimana menyehatkan masyarakat berdasarkan pengobatan secara tradisional memanfaatkan tanaman obat, mineral, sarian galenik, dan biota asli Indonesia dan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sebagai badan yang mengawasi dan mengatur semua produk obatdari bahan alam yang di konsumsi masyarakat, BPOM telah menyusun berbagai aturan untuk diterapkan oleh para pengusaha industri obat herbal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s